Hallo, nama saya Paramita Rahmawati (116120128), saya adalah mahasiswi dari http://ittelkom.ac.id . Kali ini saya akan menulis tentang Fenomena Linguistik dalam Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi. Seperti yang kita tahu saat ini banyak orang yang bermasalah dalam menafsirkan arti sebuah argumen seseorang yang berpendapat dalam suatu acara. Banyak kalimat-kalimat yang mempunyai makna ganda (ambiguitas), metafora kekaburan,pernyataan retoris dan ironi dalam sebuah argumen, hal ini bisa menjadi masalah karena jelas bahwa para pendengar sulit untuk menafsirkan para arguer (orang yang menyapaikan argumen) yang sedang berargumen. Dalam sebuah konteks argumen pun terdapat kasus kalimat implisit relatif dan kalimatyang quantifiers digunakan tidak tepat, kedua kalimat ini dapat menjadi masalah karena para arguer gagal untuk menyampaikan makna yang dimaksudkan secara utuh kepada para pendengar. Kalimat-kalimat tersebut bisa juga menyebabkan masalah dalam penafsirkan argumen ketika digunakan untuk mengekspresikan kalimat yang mempunyai generalisasi yang akurat. Ada dua jenis generalisasi: keras dan lembut. Generalisasi kuat berarti benar hanya jika kalimat benar tanpa pengecualian. Untuk menghindari salah tafsir, kalimat tersebut harus dinyatakan dalam kalimat yang menggunakan bilangan seperti semua, setiap, tidak ada, selalu, tidak pernah. Generalisasi lunak hanya berlaku dari mayoritas kelas yaitu subyek generalisasi. Kalimat yang memiliki makna generalisasi lunak harus dinyatakan dalam kalimat yang menggunakan bilangan seperti kebanyakan, hampir semua, dalam banyak kasus, pada umumnya, dan biasanya. Dalam semua kasus fenomena linguistik, pencegahan makna yang dimaksudkan dari yang eksplisit, kita harus menarik perhatian terhadap konteks untuk membuat penafsiran yang paling masuk akal dari upaya untuk memberikan penafsiran secara tepat. Apabila diperlukan, para arguer diharuskan menulis ulang kalimat untuk membuat maknanya eksplisit. Ploya Retoris berusaha untuk menafsirkan kalimat non-argumentatif yang berarti. Sejauh ini kalimat-kalimat tersebut bertujuan untuk menjadi kalimat yang rasional, dan untuk menarik rasionalitas orang lain, para arguer harus menghindari penggunaan ploys retoris dan kesalahan dalam memberikan penafsiran dan para arguer harus berhati-hati untuk tidak memberikan penafsiran ke orang lain, secara retorika upaya untukpenafsiran kalimat mempunyai berbagai cara. Cara terbaik untuk melakukan itu dengan cara membiasakan diri dengan berbagai ploys retoris yang umum.Ploys retoris banyak menarik bagi perasaan dan keinginan, ini termasuk menarik bagikebaruan, popularitas, kasih sayang, rasa bersalah, ketakutan, kelucuan, keseksian, kebahagiaan, dan kedamaian, 50 bahasa dan retorikakekayaan, kekuasaan, ejekan, dan banyak lainnya. Biasanya posisi atau item pendengar diwakili dalam hubungan dengan beberapa obyek perasaan tertentu atau keinginan, agar perasaan atau keinginan harus diarahkan pada posisi atau item konsumen. Serangan langsung melibatkan pernyataan berani posisi atau perintah, keras menjual adalah serangan langsungdiulang. Penggunaan istilah-istilah adalah penggunaan kata-kata dengan emosi tinggi atau sebaliknyaretorika biaya untuk memanipulasi nafsu penonton. Kutipan Scare digunakanmengejek untuk membuat posisi lawan atau fenomena lainnya terlihat konyol ataumeragukan. Perdagangan di pengelakan terjadi ketika seseorang sadar membuat ambiguatau samar pernyataan yang mungkin benar ketika ditafsirkan dengan cara tertentu, tetapi ketikadiinterpretasikan dengan cara lain mungkin palsu, tetapi juga lebih menguntungkan untuk posisi yangmaju atau dengan produk yang diiklankan. Tabir asap terjadi ketika orang berbicara tentangbeberapa, isu yang sangat kontroversial yang menarik atau menangkap atau objek, dalam upaya untukmengalihkan penonton sejenak dari masalah yang sedang didiskusikan. Sebuah tabir asap suksesmenyebabkan penonton untuk mengabaikan fakta bahwa isu tersebut belum ditangani. jadi para arguer yang akan memberikan sebuah argumen disarankan untuk menggunakan bahasa-bahsa yang mudah dipahami oleh pendengar agar tak terjadi kesulitan enafsiran yang menyebabkan pengertian yang berbeda dan maksud pun tak dapat tersalurkan.
Wednesday, 27 February 2013
Wednesday, 20 February 2013
Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi
Konsep
Pengembangan Sains dan Teknologi
Hallo, nama saya Paramita Rahmawati (SI-36-04-116120128)
, saya adalah salah satu mahasiswi dari Telkom Institute of Technology ( ittelkom.ac.id ). Kali ini saya akan
membahas Konsep Pengembangan Sains dan teknologi.
Sains dan teknologi saat ini berkembang
dengan sangat cepat. Dan dalam kehidupan mausia , sains dan teknologi digunakan
sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya,
serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah, dan
memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Sains sendiri merupakan ilmu
yang mempelajari alam semesta beserta seluruh isinya. Sedangkan teknologi
merupakan penerapan sains yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sains dan teknologi keduanya merupakan karya yang dilahirkan manusia. Maka
tanpa adanya manusia, kedua karya tersebut tak akan ada.
Sains dan teknologi adalah suatu bagian yang tak
lepas dari kehidupan manusia dari awal peradaban sampai akhir kehidupan
manusia. Sains dan teknologi terus berkembang seiring perkembangan manusia di
dunia. Jika melihat fenomena perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa.
Kita akan melihat dengan jelas bagaimana peran sains dan teknologi
sangatlah sentral. Walaupun pada masa-masa awal, manusia belum ada konsep
sains dan teknologi. Pada masa-masa itu (seperti masa prasejarah) perkembangan
perdaban manusia hanyalah dengan logika berpikir sederhana dan dari
fenomena-fenomena alam yang sederhana.Misalnya penemuan alat berburu
sederhana pada masa prasejarah, mungkin bagi kita adalah hal yang sederhana,
akan tetapi pada masa itu penemuan tersebut adalah hal yang sangat revolusioner
dan hebat.
Sains dan teknologi dapat berkembang
melalui kreativitas penemuan kebutuhan manusia, penciptaan manusia, dan melalui
berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata dari sains dan teknologi
bagi manusia tergantung dari nilai moral, norma
dan hukum yang mendasarinya. Sains dan
teknologi tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa sains dan
teknologi mencerminkan keterbelakangan. Dalam
konteks di atas, hubungan antara sains, teknologi, dan manusia menjadi penting, sebab seperti yang kita ketahui,
teknologi (produk sains) lahir karena adanya kebutuhan manusia untuk mempermudah
segala aktivitas dan kegiatannya .
Dampak Sains dan Teknologi dalam Peradaban Manusia
Pada satu sisi,
perkembangan sains dan teknologi memang telah membawa manfaat luar biasa bagi
kemajuan peradaban umat manusia. Pada sisi lain, pesatnya kemajuan sains dan
teknologi membawa pengaruh negatif. Gejala dehumanisasi merupakan salah satu
dampak negatif sains dan teknologi. Gejala dehumanisasi yaitu tergerusnya
nilai-nilai kemanusiaan.
Berikut adalah dampak positif perkembangan sains dan teknologi dalam kehidupan
:
a. Menjadi sumber
pengetahuan yang selalu berkembang di masanya.
b. Dapat menjadi
pusat segala pertukaran informasi.
c. Memberikan informasi yang tepat , cepat , dan akurat.
d. Bidang komunikasi
sudah tidak mengenal batas antara jarak dan waktu.
e. Bidang transportasi dapat memberikan banyak pilihan
jenis transportasi pada manusia dengan
variasi kecepatan waktu dan harga.
Berikut adalah dampak negatif perkembangan sains dan
teknologi dalam kehidupan :
a. Dengan begitu cepatnya pertukaran informasi yang cepat
dan tidak dapat terbendung , maka mulai marak terjadinya kemerosotan moral.
b. Secara tidak
disadari manusia yang sedang dimanjakan oleh teknologi yang dibuat.
Manusia semakin malas dan bodoh , hal itu terjadi karena semakin ringkasnya
pekerjaan manusia yang di tangani oleh teknologi.
c. Banyak limbah dari
teknologi modern yang tidak bisa diolah sehingga menimbulkan tumpukan sampah
teknologi yang tidak bisa di daur ulang.
Hal-hal
yang ingin dipelajari dalam Konsep Pengembangan Sains dan Teknologi adalah :
1. Berfikir kritis: Aspek filosofi, logika induktif dan
deduktif, penyusunan argumen.
2. Metoda dan berfikir ilmiah:
Latar belakang pengembangan metoda ilmiah, metoda ilmiah, observasi,
eksperimen, penalaran atas observasi dan eksperimen, hipotesis, prinsip-prinsip
dalam pemikiran ilmiah, masalah demarkasi untuk membedakan hal yang saintifik
dan bukan saintifik.
3. Perkembangan sains: Tinjauan
historis akan perkembangan sains, contoh-contoh perkembangan sains, arah
pekembangan pada masa depan.
4.
Konsep teknologi: Definisi
teknologi sebagai hardware, rule dan syste, sistem dan
teori sistem, evolusi teknologi.
5. Masalah etika dalam teknologi.
6.
Perkembangan beberapa teknologi masa kini dan teknologi masa
depan.
Subscribe to:
Comments (Atom)